Tuesday, December 09, 2008

the science of love

Taken from http://www.saddleback.edu/faculty/jfritsen/articles.html.
------------------------------------------------------------------
i was questioning what is the meaning of 'love' and found the article as you can find on the link above. i conclude as what i think is interesting on that article in this post. hope it can help you understand love better..

dalam article ini dibahas bahwa cinta bisa dijelaskan secara ilmiah. Jatuh cinta pada pandangan pertama bukan cuma bualan semata. Campuran zat kimia alami dan hormon bisa menjelaskan kenapa kita tertarik pada orang lain, kenapa pasangan yg aneh (mismatched) bisa langgeng dan beberapa pasangan bahkan bisa menepuh rintangan seberat apapun.

"Need is the thing that holds a marriage together over the long haul," says actor Carroll O'Connor. "If the need stops, the marriage stops."

Scientist mengatakan bahwa hal yg mendorong kita untuk berpasangan, menikah dan bermonogami bukan hanya sekedar norma sosial tapi juga campuran kompleks dari bahan kimia alami dan hormon (bisa juga disebut Cupid's elixirs, kalo mau) yang memberi kita petunjuk untuk mangambil keputusan yg penting dalam hidup.

"When you fall in love or in lust, it isn't merely an emotional event," says Theresa Crenshaw, M.D., the Masters and Johnson-trained author of The Alchemy of Love and Lust. "Your body's hormones, each with unique contributions, get involved too."

Bahkan keinginan hati yg paling utama, lust (keinginan yg mendorong penyendiri untuk mencari cinta) mempunyai chemical dasar, yaitu testosterone (hormon yg menghasilkan gairah seksual untuk wanita & pria).

Mungkin nanti akan tidak ada lagi orang yg akan patah hati , kesulitan dalam sebuah ikatan dan hubungan. Dalam waktu 10 tahun, bahkan mungkin lebih awal lagi, akan ada sprays untuk menumbuhkan cinta.

Oxytocin adalah chemical yg memperkuat reseptor otak yg menghasilkan emosi. Oxytocin terus meningkat setelah sentuhan (belaian), pelukan, dan hal seksual lainnya. Itu juga bisa mempermudah kita untuk mengingat kenangan indah dengan pasangan saat berjauhan.

Dalam dunia fauna (ehm, terjemahan dari animal world??), neuroscientists mengamati kenapa ada hewan yg monogami dan ada yg tidak. Prairie vole (salah satu contoh hewan yg strictly monogami) adalah hewan pengerat dari Amerika yg menjalin hubungan seumur hidup saat pertama kali memiliki hubungan seksual. Dari saat itu, Prairie vole akan selalu bersama dan membesarkan keturunannya. Prairie vole jantan akan menjaga pasangannya dari pejantan lain dan akan mementingkan pasangannya daripada Prairie vole betina lainnya. Bahkan bila mereka terpisahkan dari pasangannya, 80% dari mereka akan tetap menjanda/menduda (lucu yah..). Berdasarkan beberapa penelitian, Prairie vole ternyata sangat sensitif terhadap effect oxytocin.

Masih panjang cerita ttg 'cinta'. Dalam posting selanjutnya, saya akan menulis lebih banyak tentang topik ini. Selamat bercinta..